KEDIRI - Universitas Negeri Surabaya (UNESA) mendorong peningkatan kompetensi siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Ummatan Wasathan Kabupaten Kediri dalam bidang pemrograman dan aplikasi mikrokontroler melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM). Kegiatan yang dilaksanakan pada Rabu, 4 Juni 2025, tersebut mengusung tema “Upaya Meningkatkan Kompetensi Pemrograman dan Aplikasi Mikrokontroler Berbasis Trainer Mikrokontroler bagi Siswa SMK Ummatan Wasathan Kabupaten Kediri.” Kegiatan PKM ini dipimpin oleh Prof. Dr. Nurhayati, S.T., M.T., dengan anggota Dr. Lusia Rakhmawati, S.T., M.T., dan Mohammad Iyo Agus Setyono, S.Pd. Program tersebut dirancang untuk memberikan pengalaman pembelajaran yang lebih aplikatif kepada siswa melalui pemanfaatan trainer mikrokontroler sebagai media praktikum. Selain pelaksanaan pelatihan, kegiatan tersebut juga diisi dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNESA dan SMK Ummatan Wasathan. Penandatanganan dilakukan oleh Kepala LPPM UNESA Prof. Dr. Muhammad Turhan Yani, M.A., dan Kepala SMK Ummatan Wasathan Niken Mustika Wati, S.Pd.
Trainer Dirancang untuk Pembelajaran Praktis Trainer mikrokontroler yang digunakan dalam kegiatan ini dikembangkan melalui sejumlah tahapan, mulai dari perencanaan desain, pemilihan material dan komponen, penyusunan perangkat, hingga proses finishing dan pengujian. Pada tahap perancangan, tata letak panel dibuat menggunakan perangkat lunak CorelDRAW. Desain tersebut mengatur penempatan sejumlah modul dan komponen, seperti relay, sensor ultrasonik, LDR, LED, RTC, DHT11, buzzer, push button, serta papan mikrokontroler. Jalur pin dan terminal koneksi juga ditata dengan mempertimbangkan aspek ergonomi agar mudah dijangkau dan digunakan siswa selama kegiatan praktikum. Trainer yang dikembangkan memiliki dimensi 35 × 55 sentimeter dengan bahan utama akrilik setebal 5 milimeter. Perangkat tersebut dilengkapi wadah penyimpanan berukuran 165 × 90 sentimeter. Sejumlah komponen utama yang tersedia pada trainer antara lain Arduino Mega 2560, LCD 16×2, modul dot matrix, sensor ultrasonik, sensor suhu dan kelembapan DHT11, modul RTC DS3231, motor servo, buzzer, relay dua kanal, LED RGB, serta tombol push button. Komponen-komponen tersebut dirancang untuk memberikan pengalaman praktikum yang terintegrasi. Siswa dapat mempelajari tahapan kerja sebuah sistem kendali, mulai dari sensor menerima data, mikrokontroler mengolah informasi, hingga aktuator memberikan respons sesuai program yang dibuat.
Tingkatkan Pemahaman Pemrograman dan IoT Pelatihan pemrograman dan penerapan mikrokontroler yang diberikan kepada siswa diarahkan pada penguasaan konsep dasar pemrograman Arduino, integrasi sensor, serta pemanfaatan aktuator untuk membangun sistem otomasi sederhana berbasis Internet of Things (IoT). Berdasarkan hasil pengamatan dan evaluasi selama kegiatan, siswa menunjukkan perkembangan dalam memahami aspek teoretis dan praktis mikrokontroler. Penggunaan trainer memberikan kesempatan kepada peserta untuk tidak hanya mempelajari konsep pemrograman, tetapi juga menguji secara langsung hubungan antara perangkat keras dan perangkat lunak dalam sebuah sistem kendali. Pihak mitra juga dinilai mampu mengoperasikan trainer mikrokontroler sesuai dengan alur praktikum yang telah dirancang. Kehadiran perangkat tersebut diharapkan dapat memperkuat proses pembelajaran, khususnya pada materi Aplikasi dan Pemrograman Mikrokontroler. Pemanfaatan trainer mikrokontroler juga menjadi bagian dari upaya memperkaya sarana pembelajaran vokasi yang relevan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia industri. Melalui pembelajaran berbasis praktik, siswa memperoleh pengalaman dalam mengintegrasikan berbagai komponen elektronika dan menerapkannya dalam sistem otomasi.
Kegiatan PKM UNESA di SMK Ummatan Wasathan Kabupaten Kediri tersebut sekaligus menjadi wujud implementasi Tridarma Perguruan Tinggi, khususnya dalam pengabdian kepada masyarakat. Melalui transfer pengetahuan, teknologi, dan inovasi, perguruan tinggi diharapkan dapat berkontribusi secara berkelanjutan dalam penguatan kualitas pendidikan vokasi.